Sariawan: Luka di Mulut yang Bikin Tidak Nyaman

Sariawan

Sariawan atau stomatitis aftosa adalah luka kecil yang muncul di dalam mulut, biasanya di bagian dalam pipi, gusi, bibir, atau lidah. Meskipun tidak berbahaya, sari awan bisa menyebabkan rasa tidak nyaman, terutama saat makan dan berbicara. Luka ini biasanya berwarna putih atau kuning dengan tepian merah yang meradang.

Sebagian besar sariawan akan sembuh dengan sendirinya dalam 1–2 minggu, tetapi bagi beberapa orang, kondisi ini bisa berulang dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Artikel ini akan membahas penyebab, cara mengatasi, serta langkah pencegahan sariawan agar tidak mudah kambuh.

Penyebab Sariawan Kecil

9 Penyebab Sariawan. Ternyata Bukan Karena Kekurangan Vitamin C Lho -  Dental ID

Sariawan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kebiasaan sehari-hari, pola makan, dan kondisi kesehatan tertentu. Beberapa penyebab umum meliputi:

1. Cedera di Dalam Mulut

  • Menggigit pipi atau lidah secara tidak sengaja.
  • Penggunaan sikat gigi yang terlalu keras.
  • Luka akibat prosedur gigi, seperti pemasangan kawat gigi atau gigi palsu yang tidak pas.

2. Kurangnya Nutrisi

  • Kekurangan vitamin B12, zat besi, dan asam folat dapat meningkatkan risiko sariawan.
  • Kurang konsumsi makanan sehat seperti sayuran dan buah-buahan.

3. Stres dan Kurang Istirahat

  • Stres yang berlebihan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan memicu sariawan.
  • Kurang tidur juga bisa meningkatkan risiko peradangan dalam tubuh, termasuk di mulut.

4. Alergi atau Sensitivitas terhadap Makanan

  • Beberapa orang sensitif terhadap makanan seperti cokelat, kopi, makanan asam (jeruk, tomat), dan makanan pedas.
  • Aditif dalam makanan tertentu, seperti sodium lauryl sulfate (SLS) yang terdapat dalam pasta gigi, juga bisa menjadi pemicu.

5. Infeksi dan Gangguan Kekebalan Tubuh

  • Infeksi virus atau bakteri tertentu dapat menyebabkan sariawan.
  • Penyakit autoimun seperti lupus atau penyakit celiac dapat memicu munculnya luka di mulut.

6. Perubahan Hormon

  • Wanita sering mengalami sariawan selama menstruasi, kehamilan, atau menopause akibat fluktuasi hormon.

7. Kebersihan Mulut yang Kurang Baik

  • Plak dan bakteri yang menumpuk dalam mulut dapat memperburuk iritasi dan meningkatkan risiko luka di mulut.

Gejala Sariawan

Sariawan memiliki ciri healthy khas yang cukup mudah dikenali, antara lain:

  • Luka kecil berbentuk bulat atau oval dengan warna putih atau kekuningan.
  • Area di sekitar luka tampak merah dan meradang.
  • Rasa sakit atau perih, terutama saat makan makanan asam, pedas, atau panas.
  • Dalam beberapa kasus, sari awan dapat disertai dengan demam ringan dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Jika sariawan tidak sembuh dalam 2 minggu, bertambah besar, atau disertai demam tinggi, segera konsultasikan dengan dokter.

Cara Mengatasi Sariawan Kecil

Sebagian besar sariawan akan sembuh sendiri tanpa perawatan khusus. Namun, ada beberapa cara yang dapat membantu mempercepat penyembuhan dan mengurangi rasa sakit:

1. Berkumur Sariawan dengan Larutan Garam atau Baking Soda

  • Campurkan ½ sendok teh garam dengan segelas air hangat, lalu gunakan untuk berkumur.
  • Baking soda juga bisa digunakan dengan cara yang sama untuk membantu menetralkan asam dan mempercepat penyembuhan.

2. Gunakan Madu atau Minyak Kelapa

  • Oleskan sedikit madu alami atau minyak kelapa pada sari awan untuk membantu mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan.

3. Menggunakan Gel atau Salep Sariawan

  • Beberapa obat topikal seperti benzokain, kortikosteroid ringan, atau antiseptik mulut dapat membantu meredakan nyeri dan mencegah infeksi lebih lanjut.

4. Minum Air yang Cukup

  • Tetap terhidrasi agar mulut tidak kering, karena kekeringan dapat memperburuk iritasi di mulut.

5. Hindari Makanan yang Memperburuk Sariawan

  • Kurangi konsumsi makanan pedas, asam, atau yang bertekstur kasar agar tidak memperparah luka.

6. Gunakan Obat Kumur Antiseptik Sariawan

  • Pilih obat kumur yang mengandung chlorhexidine atau hydrogen peroxide untuk membantu mengurangi pertumbuhan bakteri di dalam mulut.

Cara Mencegah Sariawan Agar Tidak Kambuh

Cara Ampuh Mengobati Sariawan pada Anak

Untuk mencegah sariawan muncul kembali, lakukan langkah-langkah berikut:

1. Jaga Pola Makan Sehat

  • Konsumsi makanan kaya vitamin B12, zat besi, dan asam folat seperti sayuran hijau, daging, telur, dan susu.
  • Tambahkan probiotik seperti yogurt untuk menjaga keseimbangan bakteri baik dalam mulut.

2. Hindari Makanan yang Bisa Memicu Sariawan

  • Kurangi konsumsi makanan asam, pedas, dan bertekstur keras.
  • Jika memiliki alergi terhadap makanan tertentu, hindari makanan yang menjadi pemicunya.

3. Gunakan Pasta Gigi Tanpa Sodium Lauryl Sulfate (SLS)

  • Pilih pasta gigi yang tidak mengandung SLS, karena zat ini dapat memperparah iritasi di dalam mulut.

4. Jaga Kebersihan Sariawan Mulut

  • Sikat gigi secara teratur dua kali sehari dan gunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi.
  • Gunakan obat kumur antiseptik untuk membunuh bakteri penyebab iritasi.

5. Kurangi Stres

  • Kelola stres dengan meditasi, olahraga, atau aktivitas yang menyenangkan.
  • Tidur yang cukup untuk menjaga sistem imun depobos tetap optimal.

6. Hindari Kebiasaan yang Merusak Mulut

  • Hindari menggigit bibir atau pipi secara tidak sengaja.
  • Jika menggunakan kawat gigi atau gigi palsu, pastikan pemasangannya nyaman dan tidak menyebabkan gesekan di mulut.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun sariawan umumnya tidak berbahaya, segera temui dokter jika:

  • Sariawan tidak sembuh dalam waktu lebih dari 2 minggu.
  • Ukuran sariawan semakin besar atau sering muncul berulang kali.
  • Terjadi demam tinggi atau pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Luka di mulut disertai dengan nyeri hebat atau kesulitan makan dan berbicara.

Kesimpulan

Sariawan kecil bisa sangat mengganggu, tetapi dengan perawatan yang tepat, kondisi ini dapat diatasi dengan cepat. Menjaga kebersihan mulut, mengonsumsi makanan sehat, serta menghindari pemicu sariawan adalah langkah terbaik untuk mencegahnya datang kembali.

Jika sariawan tidak kunjung sembuh atau sering kambuh, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui kemungkinan penyebab yang lebih serius.

Hati-hati dengan keadaan berikut: Hipotermia: Suhu Tubuh Turun, Harus Bagaimana?

Author

ide